BOYOLALI.RILISJATENG.COM – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Boyolali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Kagama Boyolali Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026). Mengusung tema ‘’Kagama Bakti untuk Boyolali’’ kegiatan berlangsung di Aula Gagatan, Alun-Alun Lor Boyolali.
Muscab diikuti 40 peserta dari total 56 anggota yang telah menyatakan kehadiran. Forum tersebut menjadi agenda tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk mengevaluasi kepengurusan periode sebelumnya, menyusun arah dan program kerja lima tahun mendatang, sekaligus menentukan Ketua Umum Kagama Boyolali periode 2026–2031.
Rangkaian Muscab diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan Sidang Pleno I. Dalam sidang tersebut, peserta membahas dan mengesahkan tata tertib Muscab, menetapkan urutan serta agenda persidangan, sekaligus memilih dan menetapkan Pimpinan Sidang Tetap.
Selanjutnya, Sidang Pleno II membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Kagama Boyolali periode 2021–2026. Dalam sidang tersebut, kepengurusan Kagama Boyolali periode sebelumnya dinyatakan demisioner.
Peserta kemudian membentuk dua komisi. Komisi A membahas LPJ Pengurus Kagama Boyolali Tahun 2021–2026, sedangkan Komisi B membahas penyusunan program kerja Kagama Boyolali periode 2026–2031.
Dalam pembahasan Komisi A, peserta menyatakan menerima LPJ Pengurus Kagama Boyolali periode 2021–2026. Komisi A juga memberikan perhatian terhadap pentingnya meningkatkan partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan Kagama Boyolali pada periode mendatang.
Sementara itu, Komisi B menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan. Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian adalah perlunya setiap kegiatan Kagama Boyolali didokumentasikan dengan baik.
Selain itu, penguatan media sosial dinilai penting untuk meningkatkan komunikasi sekaligus menjaga konektivitas antaranggota Kagama Boyolali.
Penjaringan Tiga Calon Ketua
Agenda Muscab kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno III yang membahas tata cara pemilihan Ketua Umum Kagama Boyolali periode 2026–2031 serta Ketua Formatur Pembentukan Pengurus Cabang Kagama Boyolali periode 2026–2031.
Proses penentuan Ketua Umum Kagama Boyolali dilakukan melalui mekanisme **penjaringan bakal calon dan musyawarah**. Dalam tahapan penjaringan, seluruh peserta Muscab diberikan kesempatan untuk mengusulkan nama-nama yang dinilai memenuhi kriteria sebagai bakal calon Ketua Umum Kagama Boyolali.
Dari proses penjaringan tersebut, kemudian diperoleh tiga nama bakal calon Ketua Umum. Ketiga bakal calon tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai calon Ketua Umum Kagama Boyolali periode 2026–2031, yakni Arief Gunarto, Suraji, dan Muhammad Busroni.
Ketiga calon Ketua Umum tersebut kemudian mengikuti tahapan musyawarah untuk menentukan siapa yang akan dipercaya memimpin Kagama Boyolali selama periode 2026–2031.
Melalui proses musyawarah dan mufakat di antara ketiga calon tersebut, akhirnya Arief Gunarto ditetapkan sebagai Ketua Umum Kagama Boyolali periode 2026–2031.
Mekanisme tersebut menempatkan musyawarah sebagai bagian penting dalam proses penentuan ketua, dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kesepakatan bersama di antara para calon.
Terpilihnya Arief Gunarto diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan alumni Universitas Gadjah Mada di Boyolali. Dengan semangat ‘’Kagama Bakti untuk Boyolali”, kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju serta memperluas kontribusi alumni UGM dalam berbagai bidang pengabdian dan pembangunan di Kabupaten Boyolali.
Muscab Kagama Boyolali 2026 pun menjadi pijakan baru bagi organisasi untuk memperkuat jejaring, meningkatkan partisipasi anggota, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Boyolali.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Kagama Boyolali diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi antaralumni sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah dan masyarakat Boyolali.







