Jembatan Garuda Diresmikan, Bupati Boyolali Buka Akses Warga Desa Bolo

BOYOLALI.RILISJATENG.COM- Warga Dukuh Bolo Tangkil dan Dukuh Bolo Wetan akhirnya bisa bernapas lega, setelah puluhan tahun akses wilayah yang terisolasi oleh Sungai Serang yang cukup deras kini terbuka dengan dibangunnya Jembatan Garuda, salah satu program pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, warga harus memutar jalan sejauh 8,5 kilometer untuk sekedar pergi ke sekolah, bekerja atau berobat ke pusat Kecamatan Wonosegoro. Jika untuk menyingkat waktu, anak-anak sekolah tak segan-segan berjalan menyeberangi Sungai Serang melewati arus yang cukup deras saat musim penghujan, dengan resiko sepatu hanyut di sungai atau bahkan pernah memakan korban jiwa.

Berita Lainnya

Hari ini, Kamis (23/7/2026), Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin meresmikan secara daring pembangunan Jembatan Garuda yang ada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DI. Yogyakarta secara serentak melalui Zoom dari Kota Pekalongan.

Di Boyolali sendiri, ada tiga Jembatan Garuda yang diresmikan hari ini, Jembatan Garuda di desa Bolo Wonosegoro sepanjang 100 meter, kemudian Jembatan Garuda di Desa Pilangrejo Kecamatan Juwangi sepanjang 15 meter, dan Jembatan Garuda di Desa Nglembu Kecamatan Sambi.

Bupati Boyolali Agus Irawan bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali melakukan pemotongan pita dan menandatangani prasasti saat diresmikannya Jembatan Garuda di Desa Bolo Kecamatan Wonosegoro tersebut. Selain meresmikan jembatan, Bupati Agus juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga sekitar.

Orang nomor satu di Kota Susu ini sangat bersyukur dengan dibangunnya Jembatan Garuda di wilayah ini, karena bisa membuka akses transportasi warga Desa Bolo. Boyolali sendiri, sambung Bupati Agus, mendapatkan bantuan Jembatan Garuda terbanyak di Jateng yakni 46 jembatan.

“Alhamdulillah ini kemanfaatannya sangat luar biasa sekali, warga masyarakat sangat senang sekali, karena memang di daerah ini diusulkan jembatan tapi tidak pernah terealisasi. Alhamdulillah dari Program Jembatan Garuda ini bisa terbangun di sini.” ujar Bupati Agus.

Salah satu warga Dukuh Bolo Tangkil, Sukini, terlihat sangat senang sekali dengan adanya Program Jembatan Garuda ini. Ia sangat bersyukur akhirnya akses warga di desanya sekarang bisa terbuka, sehingga anak-anak tidak perlu menyusuri sungai lagi untuk berangkat ke sekolah.

“Seneng sekali, pokoknya membantu sekali masyarakat sini. Sebelum ada jembatan itu nyabrang sampai ada yang hanyut, jadi anak-anak sekolah kesusahan.” ungkap Sukini.

Pos terkait