Pemkab Boyolali Tanam Perdana Bibit Melon, Dorong Pertanian Modern Berbasis Kemitraan

BOYOLALI.RILISJATENG.COM – – Mengawali mimpi besar Boyolali untuk jadi Kota Melon, lima greenhouse yang dibangun di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak mulai ditanami bibit melon. Penanaman bibit melon ini dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana pada Rabu (15/7/2026).

Sebagai tuan rumah, Camat Ngemplak Muchsoni merasa bersyukur program modernisasi pertanian melon yang dikembangkan dengan greenhouse di wilayahnya mulai dilaksanakan. Ia berharap, program kerjasama antara Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, PT. BPR Bank Boyolali (Perseroda) dan mitra CV Estu Sae Jaya akan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Berita Lainnya

“Kita harap akan berkembang terus, Giriroto ini sudah dilaunching akan dijadikan sebagai wisata agribisnis. Nanti terintegrasi ada melon di sini, ada kawasan alpukat di sana, ada embung Giriroto-nya, ada kawasan Jati Park untuk bumi perkemahannya, insyaallah nanti kedepan Giriroto akan berkembang lebih baik lagi.” ujarnya.

Adapun program pengembangan bibit melon ini, didanai oleh PT BPR Bank Boyolali berupa pinjaman petani dengan jumlah total sebesar Rp 225 juta. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada kemitraan yaitu CV. Estu Sae Jaya untuk dibangunkan lima buah greenhouse beserta sarana dan prasarananya, dan biaya untuk penanaman bibit melon pertama. Selanjutnya, hasil panen melon tersebut akan dibeli oleh CV Estu Sae Jaya berdasarkan grade melon tersebut.

Menurut data dari Dispertan Kabupaten Boyolali, setiap greenhouse bisa ditanami sekitar 160 bibit pohon melon, dengan harapan setiap pohon dapat panen minimal 3 kilogram melon.

Menanam perdana bibit melon di greenhouse tersebut, Wabup yang akrab disapa Fajar ini mengatakan, kegiatan hari ini merupakan langkah awal mewujudkan mimpi besar Boyolali bukan hanya sebagai Kota Susu, Kota Kopi, Kota Soto, tetapi juga menuju Boyolali Kota Melon.

Pihaknya juga memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali sangat mendukung lahirnya petani-petani milenial yang inovatif dan mandiri. Diungkapkan Wabup Fajar, program pengembangan bibit melon ini dilaksanakan dengan pengembangan dana pemerintah dalam bentuk pinjaman dengan sistem kemitraan.

“Jadi Pemerintah Kabupaten Boyolali tidak hanya memberikan akses permodalan tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan sehingga nanti para petani bisa berkembang secara profesional.” kata Wabup Fajar.

Wabup perempuan pertama di Boyolali ini juga berharap, kedepannya program seperti ini akan dilaksanakan di desa-desa lain. Program yang sedang dilakukan ini, lanjut Wabup Fajar, seluruh prosesnya mulai dari persiapan budidaya, penyediaan sarana produksi, pendampingan tekniknya, penerapan teknologi yang modern, hingga jaminan pasar sudah direncanakan sebaik-baiknya.

“Sehingga nanti petani tidak hanya menghasilkan produksi melon yang berkualitas tapi juga jaminan pasarnya. Saya mengajak seluruh warga masyarakat Boyolali, para petani, kita manfaatkan program ini sebaik-baiknya.” ajak Wabup Fajar.

Pada kesempatan itu, Wabup Fajar juga menyerahkan bantuan pertanian secara simbolis, berupa Optimalisasi lahan seluas 27,91 hektar kepada Kelompok Tani Giriroto II, kemudian Combine Harvester Inari kepada Pengelola Brigade Dinas Gapoktan Giri Mulyo, dan bantuan benih padi 50 kilogram kepada Kelompok Tani Sidomukti I.

Pos terkait