BOYOLALI.RILISJATENG.COM – Salah satu tradisi budaya masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya wilayah Pengging, Kecamatan Banyudono yang selalu dilestarikan dan digelar setiap tahun adalah Sebaran Apem Kukus Keong Mas.
Ribuan masyarakat dari wilayah Kecamatan Banyudono dan sekitarnya, berhamburan memadati bahu jalan sepanjang Kantor Kecamatan Banyudono hingga area Alun-alun Pengging sejak siang untuk menyaksikan kirab dan berebut mendapatkan apem yang akan disebar, pada hari ini, Jumat Legi (7/8) bulan Safar (penanggalan Jawa).
Terlihat Bupati Boyolali Agus Irawan beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan menghadiri secara langsung acara tersebut. Hadir pula Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana, jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali M. Syawalludin bersama jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, serta Keratondalem Surakarta Hadiningrat Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum.
Tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas, diawali dengan kirab dua buah Gunungan Apem dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono hingga Alun-alun Pengging.
Bupati Agus menyerahkan Gunungan Apem kecil kepada panitia, yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita tanda dimulainya kirab. Selanjutnya, Bupati Agus beserta istri dan Wabup Fajar menaiki kereta kuda masing-masing untuk mengikuti kirab.
Pada kirab tersebut, terlihat Paskibraka berada diurutan paling depan, yang kemudian disusul oleh pasukan Bergada Keraton Kasunanan Surakarta. Selanjutnya dibelakangnya ada rombongan Kepala OPD yang disusul dengan Gunungan Apem besar.
Kemudian kereta Bupati Agus, kereta Wabup Fajar berada dibelakangnya, yang disusul oleh Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa). Selanjutnya dibelakangnya ada Gunungan Apem kecil, dan pertunjukan kesenian dari siswa-siswi sekolah serta masyarakat Kecamatan Banyudono.
Sesampainya di Alun-alun Pengging, Bupati Agus beserta istri dan Wabup Fajar bersama jajaran Forkopimda ikut menyebar apam kepada masyarakat yang sudah menantikan sedari tadi.
Agenda tahunan ini bermula dari kisah seorang Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sekaligus sebagai Ulama besar penyebar Agama Islam di wilayah Pengging, Raden Ngabehi (R. Ng) Yasadipura yang didatangi oleh seorang petani dengan keluhan pertaniannya diganggu oleh hama keong berwarna kuning.
Hal ini diceritakan oleh Ketua Ritual yang merupakan Abdi Dalem Keraton yakni Kanjeng Pangeran (KP) Siswantodiningrat. Ia melanjutkan, R. Ng Yasadipura kemudian memerintahkan agar petani membuat kue apem yang dibungkus menggunakan janur dan dibentuk kerucut menyerupai keong.
Apem tersebut, sambungnya lagi, didoakan oleh R. Ng. Yasadipura bersama ulama lain yang kemudian diletakkan di halaman Masjid Agung Cipta Mulya dan mempersilahkan masyarakat untuk mengambilnya agar mendapatkan berkah. Untuk tahun ini, KP Siswantodiningrat mengatakan, apem yang disebar berjumlah sekitar 30 ribu, terdiri dari apem kukus keong mas dan apem biasa.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali Candra Irawan mengungkapkan, pelaksanaan Tradisi Sebaran Apem Keong Mas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apem ini disebar di area Alun-alun Pengging, dengan tujuan lebih efisien dan efektivitas tempat, kemudian akses lebih mudah, sehingga masyarakat lebih leluasa.
“Harapan dari kegiatan ini, meningkatkan kunjungan pariwisata ke Boyolali, kemudian nguri-uri budaya yang ada di Boyolali, sehingga bisa meningkatkan daya saing daerah,” ujar Candra.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Agus menuturkan, Upacara Tradisional Sebaran Apem Kukus Keong Emas merupakan salah satu warisan budaya Kabupaten Boyolali yang memiliki nilai luhur, sebagai lambang rasa syukur kepada Allah SWT, wujud semangat kebersamaan, saling menolong, serta penghormatan atas ajaran luhur Raden Ngabei Yasadipura.
Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2020, sehingga pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama. Bupati Agus memastikan, Pemkab Boyolali akan senantiasa mendukung dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal sebagai pusaka leluhur, penguat jati diri masyarakat, serta daya tarik sektor pariwisata.
“Saya mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa memegang teguh semangat gotong royong, memperkuat kerukunan, serta melestarikan tradisi dan budaya, demi membangun Kabupaten Boyolali yang semakin maju, makmur, lestari, dan berkepribadian berkebudayaan,” ajak orang nomor satu di Kota Susu itu.
