Boyolali.rilisjateng.com – Pemerintah Kabupaten Boyolali, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat (U.S. Department of State/U.S. DoS) melalui program Strengthening Infectious Disease Detection Systems for Global Health Security (STRIDES-GHS), menyelenggarakan pertemuan multisektoral untuk memperkuat Tim Koordinasi Daerah (TIKORDA) dalam pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis serta penyakit infeksi baru (PIB).
“TIKORDA yang lebih kuat, berarti deteksi dan respons yang lebih cepat bagi para peternak dan keluarga yang bergantung pada usaha peternakan unggas di Boyolali. Pemerintah Amerika Serikat senang dapat mendukung kepemimpinan Pemerintah Indonesia dalam membangun mekanisme yang dipimpin secara lokal ini untuk mencegah dan mengendalikan penyakit zoonosis serta penyakit menular baru. Bantuan teknis dari AS mendukung peningkatan kapasitas tersebut, sementara kepemimpinan dan investasi dari Pemerintah Boyolali akan memastikan keberlanjutan dampaknya,” ujar Enilda Martin, Kepala Unit Kesehatan, Departemen Luar Negeri AS / Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Bupati Boyolali pada 16 September 2026 ini menunjukkan kuatnya rasa kepemilikan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan ketahanan kesehatan serta memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman penyakit zoonosis melalui pendekatan One Health.Dalam sambutan pembukaan, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas sektor ini bagi keberlangsungan sektor peternakan dan kesehatan masyarakat di daerah.
“Boyolali memiliki julukan sebagai lumbung ternak di Jawa Tengah, sebuah potensi yang harus senantiasa kita jaga guna memenuhi kebutuhan protein hewani di Kabupaten Boyolali dan wilayah sekitarnya. Namun di balik potensi itu, ada kerentanan dan risiko berupa zoonosis dan penyakit infeksi baru. Jika tidak dikendalikan dan dimitigasi, ancamannya tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat melumpuhkan perekonomian daerah. Oleh karena itu, saya berharap konsolidasi pada hari ini dapat kita manfaatkan secara optimal, melalui dinas teknis, organisasi, masyarakat, dan para akademisi, untuk membangun sistem deteksi dini, respons cepat, dan pencegahan secara terintegrasi. Semoga konsolidasi TIKORDA hari ini membuahkan hasil yang kita harapkan bersama dan membawa dampak positif bagi masyarakat Boyolali dan Indonesia,” ujar Dwi Fajar Nirwana.
Penyakit zoonosis terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan perekonomian daerah. Flu burung, antraks, dan leptospirosis menjadi beberapa penyakit zoonosis prioritas yang memerlukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons yang terkoordinasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Sebagai salah satu daerah penghasil ternak utama di Jawa Tengah, Boyolali memegang peran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan, deteksi dini, dan kapasitas respons terhadap ancaman penyakit zoonosis. Selain menjadi sentra produksi unggas utama, Boyolali juga dikenal memiliki populasi sapi potong dan sapi perah yang besar, menjadikan kabupaten ini lokasi strategis untuk menerapkan intervensi One Health yang komprehensif guna melindungi kesehatan masyarakat sekaligus keberlangsungan mata pencaharian yang bergantung pada sektor peternakan.
Meskipun Kabupaten Boyolali telah memiliki Surat Keputusan TIKORDA, berpedoman pada masukan pemerintah pusat (Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenkes dan Kementan) pertemuan ini telah mengidentifikasi perlunya penguatan dan penyempurnaan kerangka koordinasi guna memastikan keterwakilan lintas sektor yang lebih luas, kejelasan peran dan tanggung jawab kelembagaan, serta kolaborasi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan. Pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis yang efektif memerlukan keterlibatan aktif sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, lingkungan, penanggulangan bencana, dan sektor terkait lainnya yang bekerja sama dalam kerangka One Health.
Hasil utama pertemuan ini meliputi peninjauan dan penyempurnaan Surat Keputusan TIKORDA Kab Boyolaliuntukpenguatan koordinasi multisektor dalam kerangka One Health, identifikasi rencana kerja prioritas untuk pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis, serta kesepakatan mengenai langkah selanjutnya dalam pelaksanaan rencana kerja zoonosis dan PIB di tingkat kabupaten.
TIKORDA memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan komitmen multisektor serta menyediakan wadah bagi koordinasi dan kolaborasi yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis. Melalui kemitraan yang lebih kuat dan mekanisme koordinasi yang terlembagakan, pemerintah Boyolali diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit zoonosis, sekaligus berkontribusi pada tujuan ketahanan kesehatan Indonesia secara lebih luas.
Melalui penguatan TIKORDA diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarsektor terkait, memperkuat upaya surveilans dan kesiapsiagaan, serta memfasilitasi respons yang efektif terhadap ancaman penyakit zoonosis dan PIB. Melalui tata kelola, komunikasi, dan kolaborasi yang lebih kuat, pemerintah Boyolali bertujuan meningkatkan ketahanan kesehatanterhadap ancaman zoonosis seperti HPAI, antraks, leptospirosis, dan ancaman penyakit infeksi baru lainnya.(***)







