Kirab Obor Awali Perjalanan Niti Tilas Peringatan Hari Jadi Ke – 179 Kabupaten Boyolali

Jelang puncak Peringatan Hari Jadi Ke – 179 Kabupaten Boyolali yang jatuh pada tanggal 5 Juni esok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar agenda rutin yakni Niti Tilas yang diawali dengan Khataman Al Qur’an dan Kirab Obor.

Khataman Al Qur’an dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) sore, di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali dengan melibatkan Hafidz Qur’an dan K.H. Abdul Hamid Zuhri Pengasuh Pondok Pesantren An Najah Dawar, Mojosongo selaku pembaca doa.

Berita Lainnya

Sementara di panggung Simpang Siaga, mulai pukul 15.00 hingga pukul 17.30 WIB, disajikan pertunjukan seni tari pelajar, reog hingga fashion show dari siswa-siswi tingkat SMP maupun dari sanggar tari yang ada di Kabupaten Boyolali.

Pertunjukan seni budaya ini merupakan perwujudan dari tema yang diusung pada peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yaitu ‘Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi, Memoles Potensi’.

Sekira pukul 19.30, acara dilanjutkan dengan Kirab Obor yang dimulai dari halaman Rumah Dinas Bupati Boyolali hingga Kali Gede. Barisan terdepan kirab adalah drumband dan pasukan Bregada Keraton Surakarta, kemudian disusul satu cucuk lampah yang membawa payung.

Selanjutnya terlihat mengenakan pakaian kejawen hitam dengan membawa obor utama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Kabupaten Boyolali M. Arief Wardianta yang disusul oleh 22 Camat berpakaian koko putih dan membawa obor, berikut 30 prajurit yang merupakan siswa-siswi SMP Kabupaten Boyolali.

Bupati Boyolali Agus Irawan beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan, dan Jajaran Forkopimda bergabung dengan rombongan Kirab Obor di halaman Bank Boyolali, kemudian menuju Kali Gede untuk prosesi penyalaan obor besar.

Sebelum penyalaan obor besar di Kali Gede, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali Nur Arifin membacakan sejarah berdirinya Kabupaten Boyolali. Sebagai tanda dimulainya prosesi Niti Tilas perjalanan Ki Ageng Pandanaran, obor yang dibawa oleh Asisten I Sekda diserahkan kepada Bupati Agus untuk menyalakan obor besar yang berada di tengah-tengah Kali Gede.

Disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, obor yang dinyalakan ini bermakna semangat yang luar biasa untuk Boyolali. Ia menyebut, Prosesi Kirab Obor ini adalah salah satu wisata budaya karena merawat tradisi sesuai tema yang diusung tahun ini.

Ditemui usai menyalakan obor di Kali Gede, Bupati Agus mengungkapkan, acara Niti Tilas ini bertujuan untuk mengenang sejarah nama dan berdirinya Kabupaten Boyolali. Selain itu, pihaknya juga berharap, dengan Niti Tilas ini masyarakat akan selalu mengenang jasa para pahlawan dan sesepuh Kabupaten Boyolali.

“Harapannya, kita selalu bisa mengenang jasa para pahlawan, jasa para sesepuh-sesepuh kita semuanya, dan tentunya harapannya agar Boyolali mendapat berkah barakah, dan tentunya untuk kemajuan Kabupaten Boyolali.” harap orang nomor satu di Kota Susu itu.

Selanjutnya, Bupati Agus beserta seluruh rombongan kirab menuju panggung di Simpang Siaga Boyolal. Antusiasme warga masyarakat sangat luar biasa terlihat dengan penuhnya area sekitar panggung tersebut. Bupati Agus mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat yang ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke – 179 Kabupaten Boyolali ini.

“Terimakasih Bapak Ibu semuanya, sudah ikut memeriahkan ulang tahun Kabupaten Boyolali yang ke – 179. Semoga Boyolali akan lebih baik lagi, lebih sejahtera lagi, dan Boyolali akan menjadi salah satu kabupaten untuk kita huni bersama-sama. Nyaman untuk keluarga kita, nyaman untuk anak cucu kita, Boyolali perubahan Boyolali yang lebih baik lagi.” ungkap Bupati Agus.

Mengawali pertunjukan malam hari ini, anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali menampilkan paduan suara yang membawakan lagu ‘Boyolali Tersenyum’ dan ‘Suwe Ora Jamu’.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pertunjukan ketoprak yang mengisahkan perjalanan Ki Ageng Pandanaran saat melalui Boyolali. Dan sebagai hiburan utama, Pemkab Boyolali mempersembahkan pertunjukan kesenian asli Boyolali Reog Saleho dan Nyai Bendo Legi yang mengguncang Simpang Siaga.

Pos terkait