Dalam rangka peringatan Hari Jadi ke – 179 Kabupaten Boyolali, Desa Sangge Kecamatan Klego menjadi salah satu lokasi rangkaian acara yaitu Panen Raya Padi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (3/6/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan.
Desa Sangge memiliki area pertanian terluas dan merupakan penghasil padi terbesar di Kecamatan Klego. Adapun luas lahan pertanian yang ditanami padi kurang lebih 147 hektar tanah sawah, kemudian untuk tanah tegalan sekitar 125 hektar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sangge, Mahmudi di acara Panen Raya Padi ini.
Menurutnya, keberhasilan panen di desanya taklepas dari bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) yang disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Namun demikian, petani Desa Sangge masih terkendala oleh saluran listrik yang akan dimanfaatkan untuk memompa air dari sumur dalam.
Camat Klego, Nuryadi berharap, dukungan juga akan ditujukan kepada 13 desa lain di Kecamatan Klego. Ia mengungkapkan, kemajuan pertanian di Desa Sangge menjadi kemajuan bersama di Kecamatan Klego.
Menghadiri Panen Raya Padi tersebut, Bupati Agus mengapresiasi kerja keras para petani untuk ketahanan pangan di Kabupaten Boyolali. Pihaknya sempat berdialog dengan para petani untuk memastikan keberhasilan program-programnya saat ini, seperti kemudahan mendapatkan pupuk, bantuan alsintan, benih padi, bantuan sumur dalam, bantuan listrik, hingga hasil panen.
Bupati Agus juga memberitahukan kepada para petani, saat ini, bantuan-bantuan baik dari Pemkab Boyolali maupun pemerintah pusat akan disalurkan kepada kelompok tani, tidak lagi untuk perorangan.
“Semoga dengan panen raya ini Kabupaten Boyolali akan lebih baik lagi, dan tentunya warga masyarakatnya yang paling penting lebih sejahtera lagi.” harap Bupati Agus.
Pada kesempatan itu, Bupati Agus menyerahkan bantuan secara simbolis, berupa Rotavator atau Combine, Handsprayer, dan bantuan benih padi Inpari 32 kepada Gapoktan Sido Maju. Kemudian ada juga bantuan total 50 paket sembako, dari lima SPPG di Kecamatan Klego.
Salah satu petani, Tukimin dari Gapoktan Maju Tani mengungkapkan keberhasilan panen padi Desa Sangge ditahun 2026 ini mencapai 99 persen. Ia menjelaskan, dalam setahun, rata-rata hasil panen petani Desa Sangge untuk luasan lahan 1.250 meter bisa mencapai sembilan kuintal. Meski demikian, Tukimin berharap, Pemkab Boyolali akan menggelontorkan bantuan alsintan berupa Combine Harvester agar petani lebih cepat dan menekan biaya panen.
“Saya sebagai petani Desa Sangge mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, adanya bantuan kultivator ini meringankan beban, permasalahannya sawah tadah hujan itu harus cepat-cepat. Dengan adanya kultivator itu mempercepat pekerjaan.” ungkap Tukimin.
